Continual Service Improvement menggambarkan praktik terbaik untuk mencapai peningkatan skala besar dan bertahap dalam kualitas layanan, efisiensi operasional dan kelangsungan bisnis dan untuk memastikan bahwa portofolio layanan terus disesuaikan dengan kebutuhan bisnis.
ITIL adalah suatu rangkaian dengan konsep infrastruktur, pengembangan, serta operasi teknologi informasi. ITIL sebenarnya adalah suatu rangkaian rangkuman dari beberapa buku yang membahas tentang pengelolaan (TI). ITIL memberikan beberapa praktik TI penting seperti daftar cek, tugas, serta beberapa prosedur yang disesuaikan dengan segala jenis organisasi(TI).
Panduan disediakan untuk menghubungkan upaya perbaikan dan hasil dengan layanan strategi, desain, transisi dan layanan operasi. Ini menggabungkan prinsip, praktik dan metode dari manajemen mutu, peningkatan manajemen dan peningkatan kemampuan.
Sistem umpan balik loop tertutup, berdasarkan siklus Plan-Do-Check- Act (PDCA). Umpan balik dari setiap tahap siklus hidup layanan dapat digunakan untuk mengidentifikasi peluang peningkatan untuk tahap siklus hidup lainnya.
Gambaran dan tujuan peningkatan layanan Continual Service secara singkat akan melihat fase siklus hidup kelima ITIL yang merupakan CSI (Continual Service Improvement), poin yang akan dibahas adalah:
Menggambarkan Siklus PDCA Deming
Menggambarkan Pendekatan CSI
Pahami proses perbaikan Tujuh langkah
Mengukur CSI
Mendefinisikan Tata Kelola Perusahaan.
Menjelaskan Continual Service Improvement (CSI) dan siklus hidup layanan
Klasifikasi berbagai jenis metrik di CSI
Mengidentifikasi Alur Kinerja
Mendefinisikan Register CSI
ITIL (Information Technology Infrastructure Library) adalah kerangka fungsi TI dapat diterapkan untuk mengadopsi layanan manajemen operasi serta manajemen service TI. Dari rancangan IT service management dapat menghasilkan delivery support dan service support.
Dalam delivery support terdiri dari 5 domain yaitu
1. Service Level Management
2. Financial Management
3. Capacity Management
4. Continuity Management
5. Availability Management
Hasil rekomendasi dari service level management yaitu service level agreement dapat dijadikan oleh seluruh domain IT service management karena didalam prosesnya menyangkut semua proses dari IT service management.
Dalam service support terdiri dari 4 domain yaitu
1. incident management
2. problem management
3. configuration management dan change management
4. release management
Dalam versi ketiga, ITIL memiliki 5 bagian yang menjadi inti dari ITIL yang lebih memprioritaskan pengelolaan siklus hidup layanan yang disediakan oleh Teknologi Informasi (TI), 5 bagian tersebut terdiri atas :
*Service Strategy
Ini merupakan inti dari ITIL Service Life Cycle yang memberikan panduan kepada pengimplementasi ITSM. Panduan ini disajikan dalam bentuk prinsip-prinsip dasar konsep ITSM, acuan, serta proses-proses inti.
Proses di dalamnya yaitu:
1. Service Portofolio Management
2. Financial Management
3. Demand Management
*Service Design
Agar layanan TI dapat memberikan manfaat pada bisnis, layanan TI harus terlebih dahulu di desain dengan tujuan bisnis dari pelanggannya. Service Design memberikan panduan kepada organisasi TI untuk bias secara sistematis dan best practice mendesain dan membangun layanan TI.
Proses di dalamnya yaitu:
1. Service Catalog Management
2. Service Level Management
3. Supplier Management
4. Capacity Management
5. Availability Manaement
6. IT Service Countinuity Management
7. Information Security Management
*Service Transition
Menyediakan panduan kepada organisasi TI agar mengembangkan kemampuan untuk mengubah hasil desain layanan TI. Tahapan ini menggambarkan bagaimana sebuah kebutuhan didefinisikan dalam Service Strategy lalu dibentuk dalam Service Design dan selanjutnya secara efektif direalisasikan dalam Service Operation.
Proses di dalamnya yaitu:
1. Transation Planning and Support
2. Change Management
3. Service Asset and Configuration Management
4. Release and Deployment Management
5. Service Validation
6. Evaluation
7. Knowledge Management
*Service Operational
Ini adalah tahapan file cycle yang mencakup semua kegiatan operational layanan-layanan TI. Di dalamnya terdapat beberapa panduan-panduan untuk mengelola layanan TI secara efisien. Proses di dalamnya:
1. Event Management
2. Incident Management
3. Problem Management
4. Request Fulfillment
5. Access Management
*Continual Service Improvement
Continual Service Improvement (CSI) memberikan panduan penting dalam menyusun serta memelihara kualitas layanan dari proses desain, transisi dan pengoperasiannya. CSI mengkombinasikan berbagai prinsip dan metode dari manajemen kualitas, salah satunya adalah Plan-Do-Check-Act (PDCA) atau yang dikenal sebagi Deming Quality Cycle Sebuah perusahaan yang mengimplementasi ITIL secara nyata tentunya mendapat banyak sekali keuntungan, misalnya, pelayanan IT menjadi lebih fokus kepada departemen lainnya di dalam satu perusahaan, biaya lebih efisien dan dapat diatur dengan baik, serta perubahan-perubahan IT yang dapat lebih mudah untuk diatur, dan masih banyak keuntungan lainnya yang pada akhirnya akan berdampak pada income perusahaan itu sendiri. framework ITIL dikembangkan sejak 1980-an oleh Office of Government Commerce (Departemen Perdagangan) Inggris sebagai guidance bagi organisasi/perusahaan di sana. Pertengahan 1990-an, ITIL diakui dunia menjadi standar de facto di bidang service management. ITIL menyediakan sekumpulan best practice yang lengkap dan konsisten untuk ITSM, serta mempromosikan pendekatan kualitas untuk mencapai efektivitas dan efisiensi organisasi dalam penggunaan sistem informasi. ITIL mencakup 8 aspek, yakni: dukungan layanan, delivery, rencana pengembangan, manajemen infrastruktur TI, manajemen aplikasi, perspektif bisnis, manajemen sekuriti, dan manajemen aset software.
Source :
http://edocs.ilkom.unsri.ac.id/529/1/09011181320022_FahrulRozi_tugasmanjar02.pdf
No comments:
Post a Comment